Pengenalan Dan Pembuatan Sarana Persembahan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Kepada Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.71200/diasya.v1i2.106Keywords:
pelestarian budaya, anak usia dini, sarana persembahan, edukasi tradisiAbstract
Pelestarian budaya dapat dilakukan dengan memperkenalkan sarana persembahan tradisional kepada anak-anak sejak usia dini. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi budaya melalui pengenalan dan pembuatan sarana persembahan seperti kwangen, cabang sari, dan klakat oleh anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Serbaguna Desa Dharma Buana dan melibatkan anak-anak usia 6–12 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah demonstrasi, praktik langsung, serta penjelasan tentang fungsi dan makna dari masing-masing sarana persembahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengenali bentuk dan bahan sarana persembahan, serta dapat membuatnya sendiri dengan bimbingan. Selain itu, mereka menunjukkan rasa antusias dan tertarik terhadap nilai-nilai budaya lokal.
Downloads
References
Mahendra, I. K. D. (2021). Upaya Pasraman dalam Meningkatkan Minat Belajar Agama Hindu. [Online]. Tersedia di:https://www.neliti.com/id/publications/374379/upaya-pasraman-dalam-meningkatkan-minat-belajar-agama-hindu [Diakses 15 Juni 2025].
Kementerian Agama Bali. (2024). 3 Jenis Pasraman Hindu di Bawah Naungan Bimas Hindu RI. [Online]. Tersedia di:https://bali.kemenag.go.id/denpasar/berita/40353/3-jenis-pasraman-hindu-di-bawah-naungan-bimas-hindu-ri [Diakses 15 Juni 2025].
Wikipedia. (2024). Pasraman. [Online]. Tersedia di: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasraman [Diakses 15 Juni 2025].