Pendampingan Inovasi Dendeng Kulit Singkong Di Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten OKU
DOI:
https://doi.org/10.71200/f14qfk13Abstract
Komoditas Singkong merupakan komoditas yang sangat banyak ditanam di Indonesia karena suburnya tanah Indonesia membuat tanaman ini sangat mudah tumbuh dan dibudidayakan. Hasilnya pun banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tepung, kue, kerupuk dan keripik. Banyak UKM yang memanfaatkan bahan baku singkong untuk diolah kembali karena harganya yang murah dan tersedia sangat banyak. Kepedulian terhadap banyaknya sampah rumahtangga, khususnya kulit singkong di beberapa UKM yang menggunakan bahan baku singkong, membuat munculnya ide untuk mengolah kulit singkong menjadi bahan olahan pangan baru, yaitu dendeng kulit singkong (denlitkong). Dendeng kulit singkong merupakan salah satu camilan yang bisa dijadikan bahan lauk. Dikemas dalam keadaan agak basah selayaknya rendang dan kaya akan bumbu rempah, bisa dijadikan sebagai gulai pendamping makan nasi layaknya lauk pauk yang lain. Berdasarkan analisa ekonominya, usaha dendeng kulit singkong membutuhkan modal (nilai investasi) sebesar Rp. 9,007,220 dengan biaya tetap Rp.1,547,797. Pengeluaran dengan nilai variabel Rp. 14,787,000 dan total biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp.16,334,797. Pendapatan yang dihasilkan selama sebulan dari bisnis ini adalah sebesar Rp. 19,500,000. Dengan begitu keuntungan bisnis dendeng kulit singkong selama sebulan sebesar Rp.3,165,203. Untuk balik modal dalam bisnis ini membutuhkan waktu yang tak lama yakni selama 3 bulan. Usaha baru ini dapat menggandeng usaha lainnya yang telah ada untuk diajak kerjasama dalam hal mengatasi limbah usaha, contohnya dengan menggandeng UKM Keripik yang operasionalnya selalu menggunakan bahan baku singkong dan selama ini kulit singkong menjadi bahan buangan atau limbah rumahtangga dari UKM tersebut. Dendeng kulit singkong menjadi salah satu produk inovasi yang mampu.
Downloads
References
Biati, L. 2018. Pemanfaatan Jagung yang MemberiNilai Ekonomis diDesa Jajag Banyuwangi. Prosiding pada Annual Confrence on Community Engagement IAIDA 26-28 Oktober 2018. Surabaya.
Kartika, O et al. 2015. Rekayasa Media Tanam menggunakan Tongkol Jagung dan Dedak terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol 1, 2015.
Riska, S dan Umam, K. 2018. Pemanfaatan Jagung sebagai Produk Pangan dengan Nilai Tambah Ekonomis di UKM Kota Batu Malang. Journal of Innovatuion and Applied Technology, Vol 04 Number 2, 2018. Malang.
Rita, S et al. 2018. Pelatihan Pemanfaatan Bonggol Jagung sebagai Media Pembuatan Jamur Janggel di Desa Gantiwarno Lampung Timur. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, Lumbung Inovasi. Vol 3 No.2 November 2018.
Rachmawati, S dan Kurnia P. 2009. Pembuatan KeripikJagung sebagai Upaya Peningkatan Potensi Masyarakat di Sentra Inovasi Kampung Kragen Mojosongo. Surakarta.
