Pengaruh Penerapan Community Based Tourism (CBT) Berbasis Urban Farming Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Di Kampung Oase Songo, Surabaya

Authors

DOI:

https://doi.org/10.71200/dsh06a38

Keywords:

Community Based Tourism, Urban Farming, Pelatihan Masyarakat, Ekonomi Berkelanjutan

Abstract

Pertumbuhan ekonomi masyarakat perkotaan sering menghadapi hambatan akibat keterbatasan lahan produktif dan rendahnya kapasitas sumber daya manusia. Kampung Oase Songo di Kota Surabaya menjadi contoh kawasan yang berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan Community Based Tourism (CBT) berbasis Urban Farming. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pelatihan masyarakat sebagai bentuk penerapan CBT berbasis Urban Farming terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemberdayaan masyarakat perkotaan dalam menciptakan aktivitas ekonomi ramah lingkungan yang melibatkan partisipasi warga secara langsung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi penelitian terdiri atas 320 kepala keluarga, dan sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala likert dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan masyarakat berbasis CBT dan Urban Farming berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan menjadi bentuk penerapan CBT yang efektif dalam meningkatkan keterampilan, pendapatan, serta kesadaran lingkungan masyarakat. Penelitian ini signifikan karena memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan pelatihan berbasis komunitas sebagai strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan di kawasan perkotaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Moh. Lukman Khakim, Universitas Negeri Surabaya

    1. Surel : mllukkman@gmail.com
    2. Negara : Indonesia
    3. URL Beranda : https://scholar.google.com/citations?user=APtpjEoAAAAJ&hl=id&oi=ao
    4. Biografi : Moh. Lukman Khakim merupakan seorang akademisi muda yang berdedikasi dalam dunia pendidikan sebagai Mahasiswa Magister Pendidikan IPS di Perguruan Tinggi Universitas Negeri Surabaya. Memulai kiprah dalam bidang penelitian dengan berfokus pada pengembangan pendidikan dan kajian Ilmu Pengetahuan Sosial. Bekerja secara profesional pada perusahaan korporasi expor-impor dan aktif mengembangkan berbagai kegiatan bisnis. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan dapat bekerja dengan efisien serta selalu berkomitmen untuk memberikan kebermanfaatan bagi semua orang.

References

Ahmad, D. N., & Setyowati, L. (2021). Mengenalkan Urban Farming pada mahasiswa untuk ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 dan menambah nilai ekonomi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 1–7.

Astuti, M., & Handayani, R. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan community-based tourism di Kampung Wisata Malang. Jurnal Pariwisata Indonesia, 15(2), 89–98.

Giampiccoli, A., & Kalis, J. (2018). Tourism, community-based tourism and ecotourism: A definitional problematic. GeoJournal of Tourism and Geosites, 22(2), 347–356.

Giampiccoli, A., & Mtapuri, O. (2020). Community-based tourism in the case of the Maldives. GeoJournal of Tourism and Geosites, 29(2), 487–498.

Mougeot, L. J. A. (2000). Urban agriculture: Definition, presence, potentials and risks, and policy challenges. Cities Feeding People Series, Report 31. International Development Research Centre.

Nugra, Y., & Fahmi, I. A. (2021). Persepsi masyarakat terhadap kampung wisata edukasi pertanian perkotaan Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang. Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 7(2), 45–53.

Pratiwi, R. D., Susanti, R., & Sari, N. P. (2024). The role of community-based tourism in sustainable tourism village in Indonesia. Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship, 5(3), 123–135.

Sari, D. P., Wulandari, P., & Santoso, A. B. (2023). Implications of Urban Farming on urban resilience in Indonesia: Systematic literature review and research identification. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(4), 567–578.

Sari, N. P., Santoso, A. B., & Pratiwi, R. D. (2023). Community-based agro-ecotourism sustainability in West Java, Indonesia: An analysis using the dimensions of sustainable tourism. Journal of Ecotourism Studies, 12(1), 34–46.

Septya, F., Rosnita, R., Yulida, R., & Andriani, Y. (2022). Urban Farming Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Keluarga Di Kelurahan Labuh Baru Timur Kota Pekanbaru. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 105–114.

Setiawan, I. R., Isa, I. G. T., Hestiana, S., & Tsani, A. (2020). Kampung Eduwisata Hanjeli di Desa Waluran Mandiri Kabupaten Sukabumi. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 5(3), 300–311.

Setyaningrum, I., Nur Achadijah, Kartini Kartini, & Ramdan Hidayat. (2023). Crowdfunding Sebagai Penguatan Urban Farming Masyarakat Penjaringansari Surabaya Menuju Ekonomi Hijau. LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 116–124.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2014). Economic development (11th ed.). Pearson Education Limited.

Wulandari, P., Sari, D. P., & Santoso, A. B. (2024). Exploring the role of urban agriculture in Indonesia’s socio-economic resilience: A systematic review. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 89–102.

Yulianto, A., Sutrisno, B., & Widodo, S. (2023). Integrasi triple bottom line dalam pembangunan berkelanjutan berbasis Urban Farming di Surabaya. Jurnal Ekonomi dan Lingkungan, 10(2), 78–89.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Pengaruh Penerapan Community Based Tourism (CBT) Berbasis Urban Farming Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Di Kampung Oase Songo, Surabaya. (2026). Jurnal Kajian Ilmu Dan Teknologi (JKIT), 2(2), 75-89. https://doi.org/10.71200/dsh06a38

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)